Bali Cargo – Kapal pesiar MS Amsterdam yang mengangkut 1.054 wisatawan mancanegara dengan rute kunjungan keliling dunia, lego jangkar di perairan Pelabuhan Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem, Bali.

“Kapal pesiar MS Amsterdam tersebut lego jangkar di Pelabuhan Tanah Ampo pada Jumat (4/11) dengan mengangkut wisatawan mancanegara,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem Ida Bagus Putu Swastika melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, untuk mengoptimalkan penggarapan wisatawan kapal pesiar, pihaknya kini terus melakukan pembenahan, baik di pelabuhan pesiar yang sedang dibangun maupun pranata lain di semua objek daerah tujuan wisata (ODTW) sebagai bagian penting rantai kunjungan wisatawan sesuai konsep “Sapta Pesona”.

 

Kendati dermaga pesiar di daerah itu belum rampung sepenuhnya, kata dia, namun kapal pesiar terus berdatangan di Pelabuhan Tanah Ampo.

“Menyangkut kesiapan penyambutan kedatangan kapal telah dilakukan koordinasi sebelumnya, antara pihak yang terlibat sehingga dapat diminimalisir adanya kekurangan atau kelemahan,” katanya.

Dikatakan, selama delapan jam kunjungannya di Bali, agen wisata dari destinasi Asia mengajak wisatawan tersebut tur ke sejumlah objek wisata, antara lain ke Kintamani (Bangli) dan Pura Besakih dengan mengerahkan sekitar 28 bus pariwisata.

Saat wisatawan menginjakkan kakinya di pelabuhan tersebut melalui dermaga sekoci, dilakukan penyambutan dengan Tari Panyembrahma diiringi Sekaa Gong dari Tanah Ampo, Manggis.

Aziz, seorang Manajer Cruise Volendam mengaku, dermaga Tanah Ampo lebih bagus dibandingkan dermaga yang ada di Meksiko, sebab di Bali ini memiliki panorama indah serta budaya yang cukup unik.

Penyelesaian dermaga Tanah Ampo yang sudah menjadi salah satu destinasi kapal pesiar dunia sangat ditunggu-tunggu sehingga ke depan bisa menjadi seperti di Hawaii.

Untuk itu hendaknya diperhatikan kebersihan pantai dan kenyamanan dermaga dengan tetap mempertahankan kekhasan alam lingkungan yang menarik.

Sementara itu, I Ketut Sumitra seorang manager restoran asal Klungkung mengaku terkesan dengan pelabuhan dermaga kapal pesiar Tanah Ampo.

Ia mengharap pemerintah serius mengelola dan mengembangkan dermaga Tanah Ampo yang memiliki prospek cerah ke depan.

“Saya selama 14 tahun sebagai pekerja kapal pesiar sudah berkeliling dunia melihat dari dekat setiap pelabuhan yang disinggahi. Namun pelabuhan ini tidak kalah dengan yang ada di negara lain. Untuk itu kekhasan Pelabuhan Tanah Ampo harus dapat diciptakan agar tidak sama dengan di negara lain,” katanya.

Informasi dari petugas Pelni menyebutkan Kapal Pesiar MS Amsterdam memiliki bobot mati 62.735 GT dengan panjang 209,10 meter, lebar 32,25 meter dengan jumlah kru mencapai 674 orang.

Di antaranya 275 orang adalah pekerja kapal asal Indonesia termasuk Bali dan 379 orang merupakan orang asing, di bawah kendali kapten kapal Wilhelmus Ferdinand Everson.