Bali Cargo – Nilai ekspor Provinsi Bali ke Rusia mencapai 1,4 juta dolar AS selama periode Januari-September 2011 atau mengalami kenaikan hingga 34,5 persen dibandingkan periode sama 2010 yang hanya 1,1 juta dolar AS.

“Kenaikan nilai ekspor nonmigas itu antara lain disumbangkan oleh aneka barang kerajinan buatan masyarakat daerah ini, hasil pertanian dan perkebunan,” kata Kasi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Putu Bagiada, di Denpasar, Sabtu.

Perdagangan luar negeri ke Rusia cukup menggembirakan dalam situasi yang kurang menguntungkan terutama jika dikaitkan dengan krisis ekonomi yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat.

Bertambah banyak realisasi perdagangan aneka barang kerajinan bernilai seni buatan pengrajin Bali itu tentu berkat perkembangan dunia pariwisata daerah ini yang semakin banyak menerima kunjungan turis asing termasuk dari Rusia.

“Sektor pariwisata sangat membantu pertumbuhan perdagangan aneka barang kerajinan sebagai barang cindramata, sebab setiap turis yang datang dapat dipastikan akan membeli barang oleh-oleh di sini,” kata Putu Bagiada.

Orang Rusia relatif lebih boros membelanjakan uangnya di Bali, baik untuk makanan maupun buat membeli aneka kerajinan berupa cindra mata, di samping tinggalnya di daerah ini tercatat rata-rata lebih dari seminggu.

“Turis asal Rusia banyak membeli patung berbahan baku kayu berbentuk kuda, baik ukuran menengah maupun besar yang sepadan dengan Kuda aslinya,” kata Made Urip pelayan toko seni di Desa Mas sambil menunjukkan jenis barangnya.

Laporan Dinas Pariwisata Bali menyebutkan, jumlah kunjungan turis Rusia yang datang langsung dari negaranya ke daerah ini sebanyak 50.986 orang selama Januari-September 2011 atau rata-rata 5.665 orang per bulan.

Kehadiran warga Rusia tersebut bertambah banyak jika dibandingkan rata-rata tahun lalu hanya 5.000 orang per bulan, jadi kunjungan wisatawan Rusia ke Bali dari tahun 2004-2009 mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kehadiran turis Rusia di daerah ini, pernah tercatat sebagai sepuluh besar negara pemasok turis asing ke Bali, bersaing dengan pelancong asal Inggris, Amerika Serikat, dan Taiwan.

Turis Rusia paling ramai datang ke Bali antara Desember dan Januari, sedangkan bulan selanjutnya berfluktuasi, namun secara keseluruhan meningkat terus. Tren seperti itu terpantau sejak 2004 yang kala itu turis Rusia baru mencapai 10.966 orang.