Kepala Dinas Perhubungan Dicky Saromi mengatakan, untuk mendukung kelancaran pada masa Angkutan Lebaran tahun 2011, mulai tanggal 26 Agustus 2011 (H-4) pukul 00.00 WIB hingga 30 Agustus 2011 (H+1) pukul 24.00 WIB kendaraan angkutan barang dilarang beroperasi.

“Kendaraan yang dimaksud adalah kendaraan pengangkut bahan bangunan; kereta
tempelan (truck tempelan), kereta gandengan (truck gandengan), serta container; kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua,” katanya, Jumat (5/8).

Dicky mengatakan, pengaturan kendaraan angkutan barang sebagaimana dimaksud tidak berlaku bagi kendaraan angkutan pengangkut, Bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG), ternak, bahan pokok, pupuk, susu murni, barang antaran pos.

Pengangkutan barang ekspor/impor dengan container sebagaimana dimaksud yang menuju/dari dan ke pelabuhan laut yang melayani ekspor/impor serta sebaliknya tidak diperbolehkan beroperasi kecuali mendapat persetujuan tertulis (dispensasi) dan tidak mengganggu kelancaran lalin pada jalur utama Angkutan Lebaran 2011.

Persetujuan diberikan Kadis Provinsi tempat asal keberangkatan kendaraaan, dengan menetapkan ruas jalan yang dilalui dan jadwal waktu operasi Tanda persetujuan Kadis Provinsi wajib dipasang pada kaca depan kendaraan. Pengaturan arus lalin dan realisasi persetujuan Kadis Provinsi harus dilaporkan kepada Dirjen pada hari pertama setelah pemberian persetujuan. (fam)