aktivitas pengiriman barang tujuan domestik melalui cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih lumpuh. Kuli, karyawan, dan pengusaha jasa pengiriman barang cargo tidak melakukan aktivitas pengiriman barang melalui regulated agent(RA) seperti yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara.

Jika sampai pukul 15.00 permintaan kami tidak dikabulkan, kami akan melakukan demo di bundaran menutup akses jalan menuju tol

“Kami mau RA seperti yang ditetapkan Dirjen Perhubungan Udara dihapuskan. Jika sampai pukul 15.00 permintaan kami tidak dikabulkan, kami akan melakukan demo di bundaran menutup akses jalan menuju tol,” kata Agus Prapto, salah satu peserta demo.

Menurut dia, selain proses pendeteksi barang membutuhkan waktu lama dari sebelumnya hanya 15 menit-1 jam, menggunakan RA prosesnya menjadi 3-5 jam. Pemberlakuan RA juga mengakibatkan naiknya biaya untuk sinar-X dari Rp 60 per kilogram menjadi Rp 850 per kilogram.

“Dengan diberlakukannya RA ini, kami bisa merugi, baik dalam waktu maupun biaya,” kata Amat (28), dari PT Intan Utama Logistik.

Sementara itu, Administratur Bandara Soekarno-Hatta Adi Kandrio sempat mendatangi massa di kargo KD5 10. Dia meminta agar kargo Garuda segera membuka dan melakukan pengiriman barang. Namun, massa tidak mau melakukan pengiriman barang karena kargo Garuda hanya melayani pengiriman lewat maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Hingga pukul 13.50, massa masih berkumpul di halaman kargo KD5 10, sementara barang-barang masih bertumpuk di koridor perusahaan kargo itu. Truk-truk masih diparkir di halaman kargo KD5 10.