Aktivitas cargo di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang kembali normal pada hari ini. Semalam, sudah ada titik temu antara pengusaha jasa pengiriman barang yang berunjuk rasa dengan administrator bandara.

Pantauan detikcom, Rabu (6/7/2011), pukul 12.30 WIB aktivitas pengiriman barang kargo sudah kembali dilakukan. Chepy, salah satu karyawan ekspedisi PT Cita Ex-Press saat ditemui di cargo Bandara Soekarno-Hatta, mengatakan admin bandara berjanji akan menegur regulated agent (RA) yang memperlama proses X Ray.

“Semalam pukul 19.00 WIB sudah kembali normal, karena sudah ada kelonggaran. Administrator Bandara sudah berjanji akan menegur regulated agent (RA) dan akan memberikan kelonggaran hingga 16 Agustus 2011,” kata dia.

Administrator juga meminta kepada perusahaan yang ditunjuk pemerintah itu agar bisa mempercepat pelayanan. “X-Ray harus ditambah dan sama dengan standar yang diminta pemerintah,” ujar Chepy.

Ditanya soal harga yang melonjak dari Rp 60/kg menjadi Rp 850/kg, menurut Chepy harga per kilo sudah kembali normal. “Kembali ke harga lama, yakni Rp 60/kg. Intinya kami semua menolak kenaikan tarif dan lambannya pelayanan,” ujar Chepy.

Deputy Senior Manager Bandara Soekarno-Hatta, Mulya Abdi mengatakan, berdasarkan keputusan semalam pihak pemerintah meminta kepada perusahaan yang ditunjuk pemerintah agar memperbaiki pelayanan. “RA diminta meningkatkan kinerja, dan harus aman, serta kecepatannya ditingkatkan,” katanya.

PT Angkasa Pura II, kata Mulya Abdi, dalam hal ini tidak ada keterlibatan. “Kebijakan yang ada kemarin dan sekarang adalah kebijakan pemerintah. Kami PT Angkasa Pura II harus mendukung kebijakan pemerintah. Apalagi ini untuk meningkatkan keamanan dan percepatan pengiriman kargo. Tetapi soal batas waktu saya tidak tahu persis,” kata Mulya Abdi.

Sebelumnya pada Selasa (5/7) kemarin, ratusan karyawan ekspedisi dan pergudangan mendemo kantor Regulation Agent (RA) di kargo Bandara Soekarno-Hatta. Mereka memprotes kebijakan RA dalam prosedur pemeriksaan barang yang berdampak pada lonjakan biaya operasional dan keterlambatan pengiriman barang domestik. Dampak dari unjuk rasa itu, aktivitas kargo bandara lumpuh. Ribuan kargo menumpuk tak terurus.