2011, Ekspor Kerajinan Bali Masih PotensialDenpasar (Bali Post) –

Produk kerajinan berbahan baku kayu mendominasi jenis produksi kerajinan Bali yang diekspor maupun dipasarkan di dalam negeri. Namun, meski realisasi ekspor kerajinan cukup tinggi, saat ini para perajin di Bali menghadapi berbagai kendala, yakni menyangkut berbagai peraturan internasional yang diterapkan sejumlah negara tujuan ekspor.

Kadisperindag Bali, I Gede Darmaja, beberapa waktu lalu mengatakan untuk pangsa pasar ekspor ada peraturan internasional yang menuntut adanya legalitas atas bahan baku kayu yang digunakan suatu produk kerajinan. Produk kerajinan berbahan kayu yang tidak memiliki legalitas, dipastikan akan tidak diterima oleh negara bersangkutan. Sejumlah negara yang membuat aturan impor produk dari kayu adalah negara-negara pasar utama ekspor Bali seperti Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara Eropa.

Terkait sejumlah penyerapan ekspor Bali, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, I Gede Suarsa, mengatakan nilai ekspor Bali yang dikirim lewat sejumlah pelabuhan di Indonesia pada Januari 2011 mencapai sekitar 44 juta dolar AS. Dibandingkan Desember 2010 yang 43 juta dolar AS, nilai ekspor Bali hingga Januari 2011 meningkat 0,36 persen. ”Namun bila dibandingkan Januari 2010 yang mencapai sekitar 45 juta dolar AS, angka tersebut menurun 2,43 persen,” ujarnya.

Menurut Gede Suarsa, nilai ekspor Bali ke Amerika Serikat Januari 2011 mencapai 8.466.326 dolar AS atau naik 19,18 persen dari Januari 2010 yang hanya 8.411.213 dolar AS. Jepang nilai ekspornya mencapai 6.212.626 dolar AS atau naik 14.07 persen dari Januari 2010 yang tercatat 5.052.253 dolar AS. Prancis 2.583.178 dolar AS meningkat 5,85 persen dari 3.080.114 dolar AS pada Januari 2010. Singapura mencapai 2.506.380 dolar AS dan Australia 2.485.031 dolar AS.