Bali Cargo – Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Sardjono Jhony Tjitrokusumo menyatakan bahwa ada dua permasalahan yang saat ini sedang dialami oleh maskapai penerbangan pelat merah itu.

“Merpati itu punya dua masalah. Yang pertama adalah cash flow dan yang kedua adalah neraca keuangan,” jelasnya kala dihubungi oleh okezone di Jakarta, Kamis (14/4/2011).

Dijelaskannya, untuk masalah cash flow tersebut solusinya adalah penambahan alat produksi. Selanjutnya, untuk neraca keuangan solusinya adalah penyertaan modal negara. “Kalau untuk cash flow yaitu penambahan alat produksi. Dan itu kan harus ada dana,” jelasnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Kementerian BUMN dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sepakat untuk menyuntikkan dana sebesar Rp510 miliar kepada PT Merpati Nusantara Airlines.

Dana tersebut akan digunakan di 2011 yang mencakup untuk revitalisasi pesawat baru, pengadaan pesawat baru, defisit cash flow serta modal kerja. Yang jelas, uang tersebut untuk membuat Merpati semakin berkembang.

Namun, hingga berita ini diturunkan, dirinya menyatakan belum tahu pasti kapan uang tersebut akan diberikan. “Belum tahu keluarnya kapan,” pungkasnya.(wdi)