Jakarta – Sejumlah wajib pajak yang hendak mematuhi kewajibannya dengan menyerahkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak di lokasi drop box di pusat perbelanjaan Senayan City (Sency) kecewa. Lokasi drop box tutup lebih cepat 1 jam karena kehabisan kertas tanda serah terima.

Seperti disampaikan Puteri yang hendak menyerahkan SPT Pajaknya di drop box lantai 6, Sency, Selasa (29/3/2011) pada pukul 16.00 WIB. Sampai di lokasi, Puteri sudah mendapati meja petugas dibereskan dan berkas-berkas sudah dimasukkan ke kardus.

Menurut petugas drop box yang berasal dari kantor pajak Kalibata, gerai drop box ditutup lebih cepat karena 1.000 kertas penerimaan ‘jatah’ hari itu habis. Padahal mestinya lokasi drop box buka jam 11.00-17.00 WIB.

“Katanya tutup karena kertas tanda terima habis. Kata petugasnya ada borongan yang nyerahin SPT tadi,” ungkap Puteri yang juga seorang karyawan di sebuah perusahaan di kawasan Jakarta Selatan ini.

Puteri dan sekitar 10 orang yang batal menyerahkan SPT di drop box tersebut akhirnya pulang. Puteri yang memperkirakan besok kantor pajak akan dipenuhi wajib pajak yang menyerahkan SPT akhirnya memilih untuk mengirimkannya via pos.

“Saya mau kirim via pos saja. Tadi akhirnya saya cuma minta dicek sama mbak-mbak petugasnya,” ujar Puteri dengan kecewa.

Seperti diketahui, batas pengiriman SPT Pajak untuk wajib pajak orang pribadi adalah pada 31 Maret 2011. Bagi wajib pajak yang terlambat menyerahkan SPT Pajak akan dikenakan denda sebesar Rp 100 ribu. Selain via drop box, pengiriman bisa dilakukan ke kantor pajak atau via pos ke KPP masing-masing wajib pajak.

Ditjen Pajak telah membuka sejumlah drop box untuk memudahkan wajib pajak orang pribadi menyerahkan SPT Pajaknya. Drop box tersebut tersebut di sejumlah pusat perbelanjaan dan perkantoran.