Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menyatakan terdapat 20 kargo gas alam cair yang belum terjual dan siap dilelang saat ini. “Dari sekitar 60 kargo, yang sudah terambil sebanyak 40. Jadi masih ada 20 untuk dilelang,” ujar Kepala Divisi Humas BP Migas, Gde Pradyana, hari ini.

Keseluruhan gas cair tersebut berasal dari kilang LNG Bontang, Kalimantan Timur. Menurut Gde, 40 kargo tersebut telah dibeli oleh perusahaan migas asal Korea, Kodeco.

Pemerintah tidak menutup kemungkinan apabila kargo-kargo tersebut dapat dijual ke Jepang yang kehilangan 52 persen daya listrik akibat matinya dua pembangkit nuklir mereka. “Pemulihan PLTN tak bisa cepat bahkan berbulan-bulan, dan LNG masih merupakan bahan energi favorit,” kata dia.

Saat ini saja, pemerintah mengekspor 357 kargo LNG. Hampir separuh dari ekspor tersebut, sekitar 148 kargo diekspor untuk memasok pasar di bagian pantai barat Jepang. Sedangkan, untuk pembeli di bagian pantai timur Jepang hanya mengimpor sebanyak 2 kargo per tahunnya.

Tsunami yang terjadi di Jepang pada akhir pekan lalu, diakui oleh Gde belum membawa dampak yang signifikan untuk ekspor migas dalam negeri. “Karena yang kena dampak tsunami itu kan yang eastern buyer sekitar 2 kargo, tapi sampai saat ini belum ada masalah,” ujarnya.

Sampai saat ini memang masih belum ada permintaan tambahan pasokan gas alam cair dari Jepang. Namun, BP Migas menyatakan akan memberi perhatian kepada Jepang yang sudah berkomitmen dan saat ini tengah tertimpa musibah. “Tapi semua tetap tergantung kepada keputusan pemerintah,” tuturnya.