Bali Cargo – Arus pengiriman barang (kargo) melalui angkutan udara sampai sekarang tetap lancar tanpa Mandala Airlines karena permintaan pasar masih terpenuhi oleh ketersediaan maskapai lain.

“Penutupan sementara operasional Mandala Airlines tidak mengurangi minat pasar melakukan pengiriman barang ke sejumlah daerah,” kata Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Perwakilan Khusus Bandar Udara Internasional Juanda, Sigit Pramudya, di Surabaya, Senin.

Menurut dia, penutupan sementara maskapai yang melakukan restrukturisasi keuangan perusahaan tersebut juga tidak akan mengganggu akses pengiriman barang ke sejumlah negara. Apalagi, sampai saat ini volume pengiriman barang dari Tanah Air ke luar negeri tetap ada.

“Di sisi lain, selama ini masih banyak angkutan udara lain yang siap mengirim barang masyarakat ke beberapa daerah dan destinasi asing,” ujarnya.

Upaya tersebut, jelas dia, dapat menjadi solusi tersendiri bagi masyarakat yang selama ini menggunakan jasa Mandala Airlines. Selain itu, banyak maskapai lain yang menambah alokasi kargo di rute milik Mandala Airlines.

“Terkait kinerja volume pengiriman barang melalui angkutan udara selama 2010, rata – rata tercapai 1.800 ton per bulan untuk arus ke luar Surabaya,” katanya.

Namun, tambah dia, besaran barang yang masuk ke Surabaya pada periode sama 2010 hanya terealisasi 2.500 ton per bulan. Barang tersebut didominasi oleh paket produk perikanan untuk pengiriman ke luar negeri.

“Semisal, ikan, cumi – cumi, dan kepiting,” katanya.

Sampai sekarang, ia melanjutkan, beragam produk hasil laut tersebut sangat membutuhkan jasa angkutan udara seperti layanan maskapai. Apalagi, pengiriman berbagai jenis komoditas itu sifatnya mudah busuk sehingga harus dikirim dengan moda transportasi yang memberikan kecepatan waktu pengiriman.

“Mengenai proyeksi pertumbuhan arus barang tahun 2011, kami optimistis ada kenaikan 10 persen baik kinerja ekspor maupun impor,” katanya.